With BMW EfficientDynamic, BMW has assumed a worldwide leading role in implementing measures for reducing fuel consumption and CO2 emissions. More than one million BMW new car owners have profited from BMW EfficientDynamics since Spring 2007. Nevertheless, BMW EfficientDynamics is more than just High Precision Injection, Automatic Start/Stop function or Brake Energy Regeneration. In the long term, BMW EfficientDynamics strives towards emission-free driving with hydrogen while, in the medium term, it encompasses BMW ActiveHybrid, the drive that combines the internal combustion engine with electric motors.The first production BMW ActiveHybrid models was BMW X6 and BMW 7 Series.
The ActiveHybrid X6 is so-called full hybrid car while the ActiveHybrid 7 is a mild hybrid. Both models offer outstanding efficiency and maximum dynamics in the competitive field. High-voltage system are used in both ActiveHybrid models.
The technical design of the system ensures that the high voltages do not pose a direct risk for these persons. Such systems are referred to as intrinsically safe.
Halaman
Sunday, February 21, 2016
Monday, February 23, 2015
Exhaust Backpressure Sensor
BMW secara serius mengembangkan mesin Diesel untuk di tanamkan di semua line up model yang dibuat, dari sedan sampai SAV.
Control Unit yang mengatur kinerja mesin Diesel disebut Digital Diesel Electronic DDE, yang menerima input dari sensor dan memerintahkan actuator untuk bekerja sesuai dengan data map yang tersimpan didalamnya. Informasi dari sensor yang diterima, kemudian dibandingkan dengan program data map yang menghasilkan output yang akan dikirimkan ke actuator melalui local bus network ataupun single wire.
Exhaust back pressure sensor adalah salah satu sensor yang mengirimkan informasi ke DDE mengenai tekanan balik di exhaust manifold sebelum turbocharger untuk menentukan kinerja dari Exhaust Gas Recirculation EGR.
Exhaust back pressure sensor adalah metal membrane yang mengubah tekanan di exhaust manifold menjadi voltage signal. Tekanan yang diukur dari 100 sampai 500 kPa yang sama dengan tegangan dari 1.0 sampaii 4.5 volts.
Apabila terjadi fault di Exhaust back pressure sensor, MIL Malfunction Indicator Light akan menyala dan Fungsi dari Exhaust Gas Recirculation EGR di matikan.
Control Unit yang mengatur kinerja mesin Diesel disebut Digital Diesel Electronic DDE, yang menerima input dari sensor dan memerintahkan actuator untuk bekerja sesuai dengan data map yang tersimpan didalamnya. Informasi dari sensor yang diterima, kemudian dibandingkan dengan program data map yang menghasilkan output yang akan dikirimkan ke actuator melalui local bus network ataupun single wire.
![]() |
| BMW Diesel Engine |
Exhaust back pressure sensor adalah salah satu sensor yang mengirimkan informasi ke DDE mengenai tekanan balik di exhaust manifold sebelum turbocharger untuk menentukan kinerja dari Exhaust Gas Recirculation EGR.
Exhaust back pressure sensor adalah metal membrane yang mengubah tekanan di exhaust manifold menjadi voltage signal. Tekanan yang diukur dari 100 sampai 500 kPa yang sama dengan tegangan dari 1.0 sampaii 4.5 volts.
Apabila terjadi fault di Exhaust back pressure sensor, MIL Malfunction Indicator Light akan menyala dan Fungsi dari Exhaust Gas Recirculation EGR di matikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
